Kamus

Amandel dan Gigi

By Tim Medis HaloGigi

09 Jul 2025

Daftar Isi
Meski terdengar tidak berhubungan, ternyata amandel yang bermasalah bisa berdampak pada kesehatan gigi dan mulut, dari napas lewat mulut hingga terbentuknya batu amandel, semua itu bisa memicu bau mulut, nyeri gigi, bahkan perubahan posisi gigi.

Definisi Amandel

Amandel (atau tonsil) adalah dua jaringan kecil berbentuk oval di bagian belakang tenggorokan yang berfungsi sebagai benteng pertahanan tubuh terhadap infeksi.

Tapi tahukah kamu, amandel yang membesar atau terinfeksi bisa memengaruhi kesehatan mulut,bahkan menimbulkan nyeri gigi

Apa Hubungan Amandel dan Gigi?

Hipertrofi Amandel dan Perubahan Struktur Rahang

Saat amandel (atau adenoid) membesar, saluran napas bisa menyempit. Ini menyebabkan manusia terutama anak-anak lebih lebih sering bernapas lewat mulut (mouth breathing), yang mengakibatkan:

  • Produksi air liur menurun

  • Rongga mulut lebih kering dan asam

  • Plak dan bakteri berkembang cepat

  • Risiko karies, maloklusi, dan radang gusi meningkat

Studi dari BMC Oral Health (2024) mencatat bahwa anak-anak dengan amandel besar sering mengalami penyempitan lengkung rahang, gigi depan menonjol (protrusi), dan jarak antar gigi melebar (overjet), yang semuanya dapat menyebabkan keluhan sakit gigi.

Tonsillolith (Batu Amandel) dan Infeksi Gigi

Batu amandel (tonsillolith) adalah endapan sisa makanan, bakteri, dan sel mati yang mengeras di celah tonsil. Akibatnya:

  • Muncul bau mulut kronis

  • Rasa nyeri menjalar ke gigi geraham belakang

  • Iritasi tenggorokan atau nyeri saat menelan

Penelitian radiografik menunjukkan bahwa pasien dengan tonsillolith lebih rentan mengalami kerusakan gigi, radang gusi, dan bahkan kehilangan gigi akibat periodontitis

Kenapa Amandel Bisa Sebabkan Sakit Gigi?

Meskipun terpisah secara anatomi, kondisi pada amandel ternyata bisa berdampak langsung maupun tidak langsung pada kesehatan gigi dan mulut. Berikut beberapa alasan medis kenapa amandel bisa memicu rasa sakit pada gigi:

1. Pernapasan Lewat Mulut Menyebabkan Mulut Kering

Amandel yang membesar sering membuat seseorang bernapas lewat mulut, terutama saat tidur. Kebiasaan ini menyebabkan:

  • Produksi air liur menurun

  • Mulut menjadi kering (xerostomia)

  • Plak dan bakteri lebih mudah menumpuk

Mulut kering mempercepat pembentukan karies dan radang gusi, yang pada akhirnya menimbulkan sakit gigi.

2. Batu Amandel Bisa Menyebabkan Infeksi Menyebar ke Rongga Mulut

Batu amandel (tonsillolith) mengandung bakteri anaerob penyebab infeksi dan bau mulut. Bakteri ini dapat menyebar ke:

  • Permukaan lidah dan gusi

  • Plak gigi

  • Saluran akar gigi

Dari sini, infeksi bisa berkembang menjadi peradangan jaringan sekitar gigi (periodontitis), yang menyebabkan nyeri tumpul hingga tajam.

3. Radang Kronis di Amandel Menimbulkan Nyeri yang Menjalar

Peradangan tonsil dapat menyebabkan rasa nyeri yang menyebar hingga ke:

  • Telinga bagian dalam

  • Rahang belakang

  • Gigi geraham atas dan bawah

Ini karena tonsil memiliki jalur saraf yang berdekatan dengan area rahang dan leher. Maka tidak jarang, nyeri pada gigi geraham ternyata berasal dari radang amandel.

4. Gangguan Pertumbuhan Rahang Akibat Amandel Membesar

Pada anak-anak, amandel yang besar dan tidak ditangani dapat mengubah arah pertumbuhan rahang. Akibatnya:

  • Gigi tumbuh dalam posisi yang salah

  • Rahang atas jadi sempit

  • Muncul maloklusi (gigi tidak sejajar), yang bisa menyebabkan tekanan saat menggigit

Kondisi ini bisa memicu rasa ngilu atau nyeri pada gigi tertentu karena tekanan berlebih.

Gejala Amandel yang Bisa Menyerupai Sakit Gigi

  • Nyeri gigi belakang tanpa lubang

  • Bau mulut yang terus muncul

  • Rasa tidak nyaman di rahang atas atau bawah

  • Gusi mudah berdarah

  • Nyeri saat menelan atau tenggorokan terasa penuh

  • Sakit gigi muncul saat flu atau radang tenggorokan

Gejala-gejala ini sering dikira sakit gigi padahal sumbernya dari amandel.

Pemeriksaan dan Diagnosis

Dokter gigi dan THT biasanya akan:

  • Memeriksa ukuran dan bentuk amandel (Grade Brodsky)

  • Melihat apakah ada batu putih (tonsillolith)

  • Melakukan rontgen (panoramik atau CBCT) untuk melihat dampak pada gigi dan rahang

  • Melakukan pengukuran bau mulut (halitometri) jika ada dugaan tonsillolith

Solusi dan Cara Mengatasi

Perawatan di Rumah

  • Berkumur air garam hangat secara rutin

  • Menyikat gigi minimal 2x sehari dan membersihkan sela gigi dengan benang (flossing)

  • Menggunakan obat kumur antiseptik

  • Mengurangi konsumsi makanan manis dan lengket

Perawatan Medis

  • Membersihkan batu amandel secara profesional

  • Melakukan cryptolysis (menghaluskan celah tonsil dengan laser) agar batu tidak terbentuk lagi

  • Operasi tonsilektomi, terutama jika amandel sering terinfeksi atau mengganggu saluran napas

  • Perawatan ortodonti jika gigi sudah berubah posisi akibat gangguan pertumbuhan rahang

Referensi

  • Tonsillar hypertrophy and its effect on dental arch dimensions: A cross-sectional study – BMC Oral Health, 2024.

  • Radiographic detection of the relationship between tonsilloliths and dental plaque-related pathologies – ResearchGate, 2022.

  • Halitosis and tonsilloliths: clinical findings and volatile sulfur compound levels – British Dental Journal (Nature), 2007.

circle

Berlangganan Artikel Email kami untuk mendapatkan informasi terbaru.